Minggu, 20 Juli 2025

Banyak Kursi di Kelas Rusak

 ๐Ÿ“˜ Studi Kasus: Banyak Kursi di Kelas Rusak

Masalah:

Kursi siswa rusak karena digunakan dengan cara yang tidak semestinya. Banyak kursi di kelas mengalami kerusakan seperti kaki patah dan sandaran lepas akibat penggunaan yang tidak semestinya, seperti mengayun atau menyeret kursi secara kasar. Hal ini mengganggu kenyamanan belajar dan dapat membahayakan siswa. Selain itu, belum adanya sistem pelaporan membuat kerusakan tidak segera ditangani. 

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif siswa serta pendekatan berpikir komputasional untuk memahami masalah dan menemukan solusi yang efektif dalam menjaga dan melestarikan fasilitas kelas.

๐Ÿ’ก Berpikir Komputasional:

A. Dekomposisi:

Identifikasi jenis kerusakan yang paling sering terjadi.

๐Ÿ“ŒAmati kebiasaan duduk siswa.

๐Ÿ“ŒCatat jadwal penggunaan kelas.

๐ŸงฉB. Pengenalan Pola:

~Kursi rusak karena siswa suka mengayun/menggoyangkan kursi.

~Kursi rusak lebih sering ditemukan di kelas yang dipakai ketika siang hingga sore hari.

~Kursi dengan rangka lama lebih mudah patah.

๐Ÿ“ŒC. Abstraksi:

~Inti masalah: perilaku penggunaan kursi dan usia kursi. Catat jumlah kursi yang rusak dan jenis kerusakannya. Guru dan murid berdiskusi tentang dampak kursi rusak terhadap kenyamanan dan kegiatan belajar.

๐Ÿ–ฅD. Algoritma (Solusi Langkah-Langkah):

1. Identifikasi Masalah

Amati kondisi kursi di kelas.

Catat jumlah kursi yang rusak dan jenis kerusakannya (patah, goyang, berlubang, dll).

2. Diskusikan di Kelas

Guru dan murid berdiskusi tentang dampak kursi rusak terhadap kenyamanan dan kegiatan belajar.

3. Buat Daftar Kursi Rusak

Tuliskan detail lokasi dan tingkat kerusakan setiap kursi.

Foto sebagai bukti jika diperlukan.

4. Ajukan Laporan ke Pihak Sekolah

~Sampaikan laporan ke wali kelas, kepala sekolah, atau bagian sarana dan prasarana.

~Sertakan usulan perbaikan atau penggantian kursi.

5. Evaluasi

~Setelah perbaikan, pastikan kursi sudah layak pakai.

~Buat jadwal pengecekan rutin agar kursi tetap dalam kondisi baik.

๐Ÿง Refleksi:

Melalui studi kasus ini, saya menyadari bahwa menjaga sarana belajar seperti kursi di kelas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sekolah atau petugas kebersihan. Banyaknya kursi yang rusak ternyata tidak hanya karena usia pakai, tetapi juga karena kebiasaan siswa yang kurang peduli terhadap cara penggunaan. Saya belajar bahwa dengan berpikir komputasional—memecah masalah, mengenali pola, menyederhanakan informasi, dan membuat langkah-langkah solusi—saya bisa lebih memahami akar masalah dan ikut berkontribusi dalam menjaga fasilitas kelas agar tetap nyaman dan aman digunakan.

๐Ÿ‘ฅ️Umpan Balik (feedback):

Studi kasus ini sangat relevan dengan kondisi nyata di sekolah dan menunjukkan pentingnya kesadaran siswa dalam menjaga fasilitas belajar. Identifikasi penyebab kerusakan kursi sudah tepat, yaitu kebiasaan siswa yang kurang bertanggung jawab serta tidak adanya sistem pelaporan yang jelas. Solusi yang disusun dengan pendekatan berpikir komputasional—terutama pada bagian algoritma atau langkah-langkah perbaikan—sudah logis dan aplikatif, seperti edukasi perilaku, pemberian label peringatan, dan sistem pelaporan. Namun, akan lebih baik jika solusi tersebut juga melibatkan kerja sama antara siswa, guru, dan pihak sekolah agar perbaikan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.



23 komentar:

  1. Sangat bermanfaat informasinyaa

    BalasHapus
  2. kursi rusak harus segera diperbaiki dan diganti๐Ÿ™๐Ÿป agar tidak membahayakan

    BalasHapus
  3. bagus sekali, semoga semua kursi segera diperbaiki

    BalasHapus
  4. sangatt bermanfaatt ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  5. baik dari pihak sekolah maupun siswa harus menjaga dan merawat fasilitas sekolah, analisis ini sudah sesuai dengan fakta lapangan keren sekali ๐Ÿ™Œ๐Ÿป

    BalasHapus
  6. kereen bangeet, sangat bermanfaat ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    BalasHapus
  7. inspiratif๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    BalasHapus
  8. Kursi rusak jika dibalik jadi kasur isruk

    BalasHapus
  9. semoga sekarang minim kursi rusak

    BalasHapus
  10. Kejujuran do na rumingkot di ngolu on, sipata ndang sai lancar ngolu on, ido umbahen dilehon tu jolma akal sehat dohot pingkiran asa dipangke dohot denggan, isarana marsiajar tingki kapasitasmu ndang mampu dope, alai ingkon ingotonmu do ndang adong na songon i keberhasilan na mura dapot, ala ni i ingkon ho marsiajar do harcu takes, alani i ingkon ho do batasmu inang!! ๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
  11. semoga kursi yang rusak diganti dengan herman miller ๐Ÿ™๐Ÿป

    BalasHapus

Banyak Kursi di Kelas Rusak

 ๐Ÿ“˜ Studi Kasus: Banyak Kursi di Kelas Rusak Masalah: Kursi siswa rusak karena digunakan dengan cara yang tidak semestinya. Banyak kursi di ...